The baby named Rabbani

Finally nulis lagi.. Tulisan terakhir pas hamil 35weeks 😅. Si bayi dah hampir 14bulan padahal hahahahaa. Beginilah ya ibuibuuuu.. makin banyak anak makin sibuuuk. Boro boro nulis blog, sisiran aja sering gak sempet hiks..

Rabbani, yes he’s a boy. He’s my adorable baby 😍. He born at Feb 1 2016 with sectio caesarian. I fall in love since he was in my tummy *yaiyalah yaa* hihi. Ketika merasakan jendolan (sigh.. apa bahasa indonesianya ya) pantatmu di perut bagian atas, yang sering dielus elus sepenuh hati, lalu ketika dia sudah keluar dan aku merasakan pantatnya yg sebenarnya setelah benar-benar di gendongan, aaahhh rasanyaaa.. here you are.. ga salah lagi ini kamuuuh yg 9 bulan di perut mama. Hahaha

Days by days.. months by months.. sibuk sekaliiii.. sibuk but happy, indeed honey. 

Oh wait.. Aku harus cerita bagian penting pas awal-awal Bani lahir. Iyah.. i called him Bani. Dont call him Rabb okey coz it means God. Hari kedua di RS, Papa aka Pak suami ngeluh mlenting-mlenting di badan, awalnya seperti jerawat di kulit kepala, lalu lanjut ke semua permukaan tubuh. Pas aku cek mlentingnya itu, yaaaahhh ini mah cacar air.. huahuahuaaa rasanya pengin nangis. Seriously cacar air? Disaat habis lairan? Huhuhuuuu.. Segera paksu periksa ke dokter di RS yg sama untuk meyakinkan sakit apa. Dan yes doktere mendiagnosa cacar air. Hikshikshiks.. Segera deh puter otak gimana ini, kondisi masih di RS dan dia cacar air, musti isolasi donk, mana bawa newborn. Duh! 

Untungnya sudah ada Yangti dan Yangkung disini, jadi semua tugas paksu ditake over ke yangti yangkung. Yangti yang nungguin aku di RS, yangkung bagian wira wiri urus administrasi dan supir hihi. Alhamdulillah di RS cuma 2 malam jadi ngga terlalu repot. Tapi yaahh mengingat paksu cacar air jadilah aku dan bayi ngendon di kamar atas, paksu diisolasi di kamar bawah. Selama 2 minggu komunikasi kita lewat HP walo serumah hahahaa. Parno lah yaa cacar air kan sangat menular, ngeri si bayi ketularan. Teman-teman yang jenguk pun juga langsung dipersilakan ke kamar atas. Melow jelow pokoknya mah.. hari-hari dimana seharusnya bisa bermanja manja sama suami karena doi cuti, eeh malah begini, kepikiraaan terus sampai sampai proses menyusui agak terganggu karena hormon oksitosin terhambat katena daku cemas 😑. But overall alhamdulillah semua terlewati dengan baik. Allah sudah merencanakan semua itu untuk kami jadi ambil hikmahnya saja semuanya.

Sekarang ini Bani sudah 14 bulan hampie 15bulan. Perkembangan tumbuh kembangnya alhamdulillah sesuai dengan usianya. Kemampuan bicara menurutku juga sudah bagus. Sudah bisa bilang papa, awobaba (allohu akbar) ketika mendengar adzan, des (pedes), no (minum), eeh (eek), nda ada (ngga ada), hu daa (hujan).. alhamdulillah. Giginya sudah 6, sudah bisa jalan di usia 13bulan

Satu yang masih jadi PR Mama adalah maemnya yang penuh tricky, sampai sekarang mamanya masih berjuang. Semangat mamaaaaa 👌💪💪

Advertisements